Cerpen
Pengertian
Cerpen adalah
cerita pendek. Maksud pendek disini adalah cerita itu kurang dari 10.000
kata atau kurang dari 10 halaman. Selain itu, cerpen memberikan kesan
tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh atau satu
situasi.
Unsur – unsur Cerpen
Sepertinya novel, cerpen
memiliki unsur pembentik dari dalam karya itu sendiri (intrinsik) dan
unsur dari luar karya itu (ekstrinsik). Nasib pelaku utama dalam cerpen
tidak memiliki perubahan. Unsur intrinsik cerpen dan novel meliputi :
tema, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.
Unsur ekstrinsik cerpen dan novel meliputi : kondisi sosial politik
pengarang, agama/kepercayaan pengarang, kebiasaan/budaya hidup pengarang
dan alirab seni pengarang. Dalam bab ini hanya dijelaskan unsur
intrinsiknya.
Tema
Tema adalah ide pokok cerita yang menjiwai seluruh isi cerita. Tema suatu cerpen dan novel dapat berupa :
Perlunya mencari ilmu untuk bekal hidup di masa yang akan datang.
Kewajiban menolong sesama.
Penderitaan hidup karena putus cinta.
Kesuksesan hidup karena kerja keras.
Kekuasaan mengalahkan kebenaran.
Perlunya memiliki jiwa patriotisme untuk membangun negara, dsb.
Alur
Alur adalah jalannya cerita sejak awal sampai akhir. Alur dibedakan menjadi tiga macam :
Alur maju
Adalah jalannya cerita yang terjadi sesuai urutan waktu kejadian atau sejak awal sampai akhir cerita (A-Z).
Alur mundur (sorot balik)
Adalah jalannya cerita yang terjadi dari akhir cerita lalu ke awal cerita.
Alur campuran
Adalah jalannya cerita yang terjadi secara tidak berurutan. Bisa dari awal, dari akhir, atau dari bagian tengah cerita.
Rangkalan / tahapan peristiwa dalam cerpen dan novel adalah :
Tahap perkenalan (eksposisi).
Tahap pemunculan konflik.
Tahap peningkatan konflik (komplikasi).
Tahap puncak konflik (klimaks).
Tahap peleraian, dan
Tahap penyelesaian (rosolusi).
Penokohan
Penokohan
adalah penataan tokoh atau watak tokoh dalam sebuah cerita. Berdasarkan
sifat tokoh , tokoh dibedakan menjadi protagonis (tokoh yang memiliki
ide pendengar/pembaca atau tokoh yang baik), tokoh antagonis (tokoh
penentang protagonis atau tokoh jahat), dan tokoh tritagonis (tokoh
penengah/netral).
Berdasarkan perannya dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh figuran (pelengkap saja).
Latar
Latar
ada tiga macam, yaitu tempat, waktu dan suasana yang terjadi dalam
cerita. Misalnya waktunya malam hari, tempatnya di dalam kamar,
suasananya gembira, dan sebagainya.
Gaya hidup
Gaya hidup
adalah pilihan kata dan ungkapan yang digunakan pengarang dalam
bercerita. Termasuk dalam gaya bahasa adalah penggunaan majas.
Sudut pandang
Sudut
pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Sudut pandang sama juga
dengan kata ganti orang. Secara umum, sudut pandang/kata ganti orang di
bagi menjadi tiga macam, yaitu :
Kata ganti orang pertama (orang yang berbicara)
Tunggal → ditandai oleh kata aku, saya, hamba, beta.
Jamak → ditandai oleh kata kita.
Kata ganti orang kedua (orang yang dibicarakan)
Tunggal → ditandai oleh kata kamu, engkau, saudara, anda, bapak.
Jamak → ditandai oleh kata kalian.
Kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan)
Tunggal → ditandai oleh kata ia, dia, beliau, ahmad, siti (nama orang).
Jamak → ditandai oleh kata mereka.
Tetapi, dalam cerita (cerpen dan novel) sudut pandang hanya ada :
Sudut pandang orang pertama, ditandai kata aku, saya, kami.
Sudut pandang orang ketiga, ditandai kata dia, ia mereka, nama orang (seperti Hasan, Tuti, Maria, dsb).
Sudut pandang pengarang sebagai pencerita/serba tahu ditandai oleh
kemampuan pengarang mengetahui seluk beluk kehidupan tokoh, termasuk
segala sifat tokoh.
Dalam penggunaanya yang sering digunakan adalah sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam cerita.
Contoh amanat antara lain :
Janganlah kita merendahkan orang lain, sebab belum tentu kita lebih baik daripadanya.
Rajinlah menabung untuk bekal hari esok.
Tuntutlah ilmu agar hidup menjadi mudah.
Hormatilah kedua orang tua kita.
Berlakulah adil terhadap sesama, dan sebagainya.